Cara Aman Berhubungan Intim Saat Hamil

Semoga Bermanfaat!

Keinginan untuk tetap berhubungan intim saat hamil merupakan hal yang wajar. Karena kehamilan bukan merupakan halangan kamu untuk tetap menjalani seks saat hamil. Namun, yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai kamu dan pasangan membahayakan janin saat berhubungan seks. bagaimanakah caranya ?

Berikut beberapa hal penting ketika berhubungan intim yang aman saat hamil:

Yang pertama, perhatikan posisi. posisi yang disarankan ketika berhubungan saat hamil adalah wanita berada diatas, penetrasi dari belakang, penetrasi dari samping, dan posisi suami duduk. pastikan untuk menghindari gerakan yang terlalu cepat dan kuat  ya. karna akan membuat calon ibu tidak nyaman


Yang kedua, perlu memperhatikan munculnya kontraksi. Berhubungan seks saat kehamilan kadang dapat menyebabkan kontraksi, terutama pada trimester ketiga, dan hal ini adalah normal. Jika kontraksi ini terasa tidak nyaman, cobalah untuk relaksasi atau hanya berbaring sampai kontraksi hilang. tetapi jika durasi kontraksi lebih dari 1 jam, maka sebaiknya diperiiksakan langsung ke dokter yaa

Yang ketiga, sebelum berhubungan, pastikan kondisi kandungan dalam keadaan  sehat tanpa adanya gangguan seperti mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi, atau masalah-masalah lainnya.

Yang Keempat, perhatikan saat melakukan seks Oral. seks oral pada saat kehamilan tidak dilarang. tapi sebaiknya jangan meniupkan udara ke dalam vagina. karena Meniup udara ke dalam vagina bisa menyebabkan emboli udara (gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah kamu). Hal ini jarang terjadi, tetapi bisa mengancam jiwa ibu atau bayi.

Yang kelima perhatikan Kondisi Saat Ibu Harus menghindari Hubungan Seksual di Masa Kehamilan
Beberapa keadaan di mana dokter biasanya tidak menganjurkan hubungan seksual saat hamil antara lain:

  1. Riwayat abortus atau keguguran sebelumnya
  2. Risiko kelahiran prematur atau kontraksi rahim sebelum usia 37 minggu kehamilan
  3. Adanya perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan
  4. Adanya pecah ketuban atau rembesan air ketuban
  5. Terbukanya mulut rahim terlalu dini
dokterpedia.net
Previous
Next Post »